Halaman

WHO Mengubah Social Distancing Menjadi Physical Distancing

Sumber: Kompas.com

WHO Mengubah Social Distancing Menjadi Physical Distancing

Literahati.Com - Hai, Salam Literahati! Selamat datang kembali di blog sederhana Literahati.Com, blog tentang hati, literasi, dan edukasi.

Kali ini Literahati.Com akan berbagi informasi tentang perubahan penggunaan frasa atau istilah Social Distancing dengan Physical Distancing oleh WHO.

Dengan terus merebaknya Covid-19, beberapa waktu yang lalu WHO telah mengeluarkan anjuran untuk melakukan Social Distancing dalam upaya menghambat laju penyebaran Covid-19 di masyarakat dunia. Pun demikian Pemerintah Indonesia mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk melakukan Social Distancing ini. 

Dikutip dari Kompas.Com, WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia secara resmi menganjurkan mengganti penggunaan frasa "Social Distancing" menjadi "Physical Distancing" sejak Jumat (20/3/2020).

Baca juga: Social Distancing, Upaya Melawan Penyebaran Covid-19

Adapun alasan penggunaan frasa "Physical Distancing" ini adalah untuk mengklarifikasi bahwa ada perintah untuk berdiam diri di rumah demi mencegah penyebaran Covid-19. Namun bukan berarti kita memutus komunikasi dengan teman atau keluarga secara sosial. Dengan demikian, dihrapkan imbauan yang dikeluarkan WHO bisa lebih jelas, yakni menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak terus menyebar.

Dalam sebuah transkip WHO yang beredar belakangan ini, dan juga dibagikan oleh pemerhati Bahasa Indonesia Ivan Lanin di akun Twitternya, ada alasan menarik kenapa WHO mengganti frasa Social Distancing menjadi Physical Distancing.
Sumber gambar: SS Kompas.com
Dikatakan Maria Van Kerkhove, pemimpin teknis untuk respons Covid-19 sekaligus kepala unit penyakit dan zoonosis di WHO, saat ini hal yang bisa dilakukan untuk menghindari diri dari virus corona adalah tidak berada di kerumunan atau tempat ramai. Salah satu yang bisa dilakukan adalah berada di rumah saja dan mengurangi aktivitas yang tak perlu di luar rumah. Dengan menjaga jarak fisik dari orang lain, hal ini dapat mencegah virus menyebar dari satu orang ke orang yang lain. "Namun, menjaga jarak fisik bukan berarti kita memutus hubungan sosial dengan orang yang kita cintai, dari keluarga kita," kata Kerkhove. Alasan itulah yang membuat frasa Social Distancing diganti menjadi physical distancing. Agar kita menjaga jarak fisik, bukan jarak sosial.

"Kami mengganti frasa menjadi physical distancing karena kami ingin orang-orang tetap berhubungan," imbuh Kerkhove. Jadi, manfaatkan internet dan media sosial untuk tetap terhubung dengan orang terkasih. Seperti dikatakan Kerkhove, kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Dilansir Futurism, Jumat (20/3/2020), profesor psikologi dari Universitas Stanford, Jamil Zaki berpendapat bahwa sudah saatnya kita menghentikan pemakaian frasa social distancing. "Saya pikir, kita harus mulai membingkai ulang apa yang sedang kita lakukan sekarang. Kita saat ini sedang menjaga jarak fisik atau physical distancing dengan orang lain untuk menekankan bahwa kita tetap dapat terhubung secara sosial bahkan ketika fisik tak bertemu," kata Zaki dalam sebuah pertemuan di universitasnya. "Teknologi yang sering kita salahkan karena merusak tatanan sosial mungkin sekarang justru sangat berguna untuk menyatukan semua orang," imbuh Zaki.

Demikianlah informasi tentang pengubahan frasa Social Distancing menjadi Physical Distancing dalam pencegahan penyebaran Covid-19 yang disampaikan oleh organisasi kesehatan dunia WHO.

Semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam.

Sumber bacaan: https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/24/120000023/who-ubah-social-distancing-jadi-physical-distancing-apa-maksudnya-

0 Response to "WHO Mengubah Social Distancing Menjadi Physical Distancing "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel