Litera Hati

Tentang Hati, Inspirasi dan Literasi Cecep Gaos

Featured Posts

LightBlog

Breaking

Monday, May 20, 2019

8:18 AM

Ingin Kuanyam Rembulan, Kusulam Mentari

Ilustrasi (Sumber: https://www.istockphoto.com)

Ingin Kuanyam Rembulan, Kusulam Mentari
Buah Inspirasi: Cecep Gaos

Saat malam tiba, ingin kuanyam rembulan dengan senyuman. Agar ia mampu tampil sempurna, saat kau tatap ia di kelamnya malam. Hingga kau mampu melihat indahnya masa depan. 

Lalu ingin kuronce bintang bintang dengan kelembutan. Agar mereka mampu memberikan makna, saat kau genggam mereka dengan penuh kehangatan. Hingga kau mampu merasakan kebahagiaan. 

Saat pagi menjelang, ingin kusulam mentari dengan kenangan. Agar ia tak mudah melupakan, saat jarak memisahkan. Hingga hati mampu merasakan arti kerinduan. 

Lalu ingin kupintal awan awan dengan kejujuran. Agar ia tak memberimu hujan saat mentari tak mampu lagi memberikan kehangatan. Hingga kau mampu merasakan arti ketulusan. 

#CG @Karawang,  20-05-2019

Sunday, May 19, 2019

8:41 AM

Melukis Hati

Ilustrasi (Sumber: https://www.pinterest.ru)

Melukis Hati
Buah Inspirasi: Cecep Gaos

'Ku ingin melukis hati dengan ujung ujung lembut sayap malaikat. Yang waktu itu kupinjam sesaat untuk kujadikan tempat berteduh, dari teriknya mentari kehidupan.

'Ku ingin melukis hati dengan warna warni pelangi. Yang kucuri dari langit, setelah ia didera hujan tak berkesudahan. Agar ku mampu melihat indahnya kehidupan, setelah diterjang bertubi kegetiran.

'Ku ingin melukis hati dengan senyuman bidadari. Yang sering kulihat indah tersungging dari bibir merahmu. Agar ku terhindar dari patamorgana dunia yang menipu.

'Ku ingin melukis hati dengan sentuhan lembut cintamu. Yang kauberikan setiap saat tanpa jemu. Bagai mentari yang tak pernah lelah menyinari bumi tanpa henti. Agar hidupku selamanya terasa berarti.

#CG @Karawang, 19-05-2019
12:56 AM

Kau adalah Kebahagiaan

Dok. Pribadi

Kau adalah Kebahagiaan
Buah Rasa: Cecep Gaos

Istriku...
Kau adalah kebahagiaan. Kebahagiaan yang Tuhan turunkan. Untuk mengisi separuh lebih kehidupan. Kebahagiaan yang Tuhan titipkan pada hati yang gersang kerontang. Bagai curah hujan turun ke telaga kering. Bercelah menganga. Didera kemarau yang teramat panjang.

Cintaku...
Kau adalah kebahagiaan. Penghibur hati yang terpenjara kehampaan dan kegelisahan. Kau bagaikan Hawa yang Tuhan ciptakan. Untuk menemani Adam dalam kesendirian.

Sayangku...
Kau adalah kebahagiaan. Penerang hati dan penghias pikiran. Yang menghitam tertutup jelaga kehidupan. Kau bak rembulan, yang bersinar menghiasi kelamnya malam.

#CG @Karawang, 19-05-2019

Friday, May 17, 2019

8:04 PM

Kusebut Kau Keabadian

Ilustrasi (Sumber: http://theconversation.com)

Kusebut Kau Keabadian
Buah Inspirasi: Cecep Gaos

Kau tak punya mulut
Tapi kau mampu bersuara lantang
Meneriakkan kebenaran
Membuka tabir kegelapan
Menyuarakan kekayaan hati
Dan pikiran

Kau tak punya tangan
Tapi kau mampu melambai
Mengajak kepada cahaya kebenaran
Merangkul pongahnya hati
Membuka piciknya pikiran

Kau tak punya kaki
Tapi kau mampu melangkah
Membawa setiap helai hati
Dan lembar pikiran
Menapaki lika liku kehidupan
Yang kadang penuh dengan kejumudan

Kau tak punya mata
Tapi kau mampu menatap masa depan
Memancarkan berjuta pelita
Tuk menerangi gelapnya lembah pikiran

Tanpamu...
kemajuan adalah kemustahilan
Ketiadaanmu...
Peradaban hanyalah sebatas khayalan
Mengabaikanmu...
Literasi 'kan terhenti
Lalu mati


Bagiku...
Kau adalah keabadian
Buah hati dan pikiran

#CG @Karawang, 18-05-2019

Thursday, May 16, 2019

9:35 PM

Agar Selamat Dunia dan Akhirat, Bekali Generasi Milenial dengan Nasihat Luqman yang Fenomenal!

Ilustrasi (Sumber: geotimes.co.id)


Agar Selamat Dunia dan Akhirat, Bekali Generasi Milenial dengan Nasihat Luqman yang Fenomenal!
Oleh: Cecep Gaos, S.Pd

Generasi milenial atau Generasi Y merupakan generasi yang sejak awal kehidupannya telah terpapar oleh perkembangan dan kemajuan alat komunikasi, media dan teknologi digital, terutama internet. Telah kita maklumi bersama bahwa perkembangan dan kemajuan -dalam hal apapun- bagai dua sisi mata uang: memiliki dampak positif pada satu sisi dan dampak negatif pada sisi yang lain.

Agar para milenial tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang disebabkan oleh kemajuan komunikasi dan teknologi digital, para orang tua dan/atau pendidik harus senantiasa membekali mereka dengan senjata rohani. Senjata rohani yang dapat digunakan adalah nasihat Luqman. Nasihat Luqman adalah nasihat yang disampaikan oleh Luqman al-Hakim kepada anaknya. Luqman al_hakim adalah salah seorang yang disebut dan dijadikan namanya sebagai nama surat di dalam Alquran, yaitu surat Luqman. Ia terkenal dengan nasihat-nasihatnya yang bijaksana dan penuh hikmah kepada anaknya.

Menurut Ibnu Katsir, nama panjang Luqman adalah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun. Sementara itu, Ibnu Abbas menyatakan bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu dari Habsyi. Pendapat lain menyatakan bahwa Luqman adalah seorang hakim pada zaman Nabi Daud (Wikipedia).

Ada beberapa nasihat yang disampaikan Luqman kepada anaknya yang tercantum di dalam Alquran surat Luqman. Namun, pada tulisan ini penulis hanya akan menguraikan tiga nasihat yang paling penting dan mendasar. Ketiga nasihat itu adalah (1) Tidak menyekutukan Allah Swt; (2) Berbakti kepada orang tua; dan (3) Mendirikan salat. Penulis yakini, ketiga nasihat ini dapat menjadi bekal dasar untuk para milenial agar tidak terjerumus ke dalam lembah kehidupan abad 21 yang penuh dengan tantangan.

Nasihat pertama, agar tidak menyekutukan Allah Swt, tercantum pada ayat 13  surat Luqman yang artinyaDan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Pada ayat tersebut, Luqman berpesan kepada anaknya agar hanya beribadah kepada Allah Swt dan tidak menyekutukannya. Dengan demikian, jika para milenial sudah mampu meyakini dan menjadikan Allah Swt sebagai satu-satunya tuhan yang patut disembah, maka hidup mereka akan terarah dan penuh makna.

Nasihat kedua, agar berbakti kepada kedua orang tua, tercantum pada ayat 14 yang artinya Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).

Jika kita perhatikan fenomena saat ini, tidak sedikit para milenial yang semakin berkurang rasa hormatnya terhadap orang tua mereka. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh pengaruh-pengaruh negatif yang mereka terima dari internet dan/atau game yang kurang mendidik. Dengan pengaruh-pengaruh negatif ini, mereka terkadang mengeluarkan ucapan dan menunjukkan sikap yang kurang baik kepada orangtuanya. Padahal perlu diketahui bahwa keridaan Allah Swt terletak pada rida orang tua, pun sebaliknya murka Allah terletak pada murka orang tua. Sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang berbunyi “ridallah fi ridal walidain, wasukhtullah fi sukhtil walidain.”

Nasihat ketiga, agar senantiasa mendirikan salat, tercantum pada ayat 17 surat Luqman yang artinya Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. Lukman: 17).

Perlu kita ketahui bahwa salat adalah tiangnya agama. Jika kita mendirikan salat berarti kita telah menegakkan agama, pun sebaliknya jika kita meninggalkannya berarti kita telah merobohkan agama. Sebagai mana sabda Rasulullah Saw yang berbunyi “Ashshalatu ‘imaduddin, man aqamaha faqad aqamaddin, waman hadamaha faqad hadamaddin.” Selain itu, salat dapat mencegah seseorang untuk melakukan perbuatan keji dan munkar. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Al-Ankabut ayat 45 yang berbunyi “Innassalata tanha ‘anil fahsyai wal munkar.”



Oleh karena itu, pentingnya salat ini perlu ditanamkan sejak dini pada diri generasi milenial agar mereka mampu mengendalikan dirinya untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak baik.  
  
Demikianlah tiga dari beberapa nasihat Luqman yang tercantum di dalam Alquran surat Luqman yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh para milenial. Semoga dengan memahami dan melaksanakan nasihat-nasihat ini, mereka dapat menjaga dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif yang disebabkan oleh perkembangan dan kemajuan komunikasi dan teknologi abad ini. Sehingga pada akhirnya mereka dapat selamat, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam. []

#CG @Karawang, 17-05-2019



Referensi

Arrahman.id. 2016. 6 Nasihat Bijaksana Luqman Al-Hakim untuk Anaknya.

Darunnajah.com. 2017. Hadits Tentang Keridhoan Orang Tua Serta Kedudukannya.

Lintasgayo.co. 2017. Shalat itu Tiang Agama.

Pesantrenmaqi.net. 2017. Shalat Mencegah dari Perbuatan Keji dan Munkar.

Wikipedia. 2019. Luqman al-Hakim.

Wikipedia. 2018. Milenial.

Saturday, April 6, 2019

7:30 AM

Agar Menulis Terasa Manis

Ilustrasi (Sumber: http://bookmattic.com)

Agar Menulis Terasa Manis
Oleh: Cecep Gaos, S.Pd

Seseorang yang mampu merasakan manisnya menulis, akan merasakan betapa indahnya setiap kata yang mampu ia goreskan. Ia akan menemukan sebuah anugerah terindah yang diberikan Allah, Tuhan Yang Maha Indah. Tetapi terkadang ada sebagian orang yang menganggap bahwa kegiatan menulis itu sebagai sesuatu yang tidak penting atau berharga. Mereka sering kali “lari” dari “hidayah” literasi, baik yang muncul dari dalam dirinya sendiri maupun yang datang dari orang lain. Sering kali mereka menolak “hidayah” itu dengan berbagai alasan. Alasan ketiadaan waktu karena kesibukan, perasaan diri tidak mampu, dan lain sebagainya. Jika hidayah ini tidak segera disambut, bahkan sering kali ditolak, maka sedikit demi sedikit hati akan menjadi antipati, lalu mati. Sehingga pada akhirnya, manisnya menulis tidak akan pernah dirasakan, selamanya.

Lalu, bagaimana agar kita dapat merasakan manisnya menulis? Berikut adalah lima hal yang harus diyakini dan/atau dilakukan agar dapat merasakan manisnya menulis. Tetapi, tentu saja setiap orang akan mempunyai cara atau pendapat yang berbeda, bergantung pada pengalaman “spiritual” yang dialami oleh masing-masing. Oleh karea itu, jangan jadikan ini sebagai satu-satunya cara untuk dapat merasakan manisnya menulis. Namun demikian, semoga ini dapat menjadi bahan inspirasi dan motivasi bagi kita yang ingin merasakan manisnya menulis.

1.    Jadikan menulis sebagai kebutuhan
Pada dasarnya aktivitas menulis tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Terlebih pada abad 21 ini. Sebagai makhluk yang dilengkapi dengan akal pikiran, manusia setiap saat akan senantiasa berpikir mengeluarkan gagasan-gagasannya. Salah satu cara untuk menuangkan gagasan tersebut yaitu dengan cara menulis. Seperti halnya makan dan minum, jika menulis ini dijadikan sebagai kebutuhan pokok, maka kita akan merasa “kelaparan” ide dan “kehausan” karya jika tidak menulis.

2.    Jadikan menulis sebagai hobi
Jika sebuah aktivitas dilakukan atas dasar hobi, maka bagaimanapun beratnya akan terasa ringan. Selain itu, aktivitas tersebut akan memberikan rasa senang pada diri seseorang yang melakukannya. Pun demikian dengan menulis. Jika menulis dilakukan atas dasar hobi, maka akan menimbulkan rasa senang dan kepuasan dalam hati.

3.    Cintai menulis dengan sepenuh hati
Cinta memiliki energi yang sangat besar dan mampu menggerakkan banyak hal. Karena cinta, seseorang rela berkorban apa saja untuk yang dicintainya. Karena cinta, seseorang rela melakukan apa saja demi orang yang dicintainya. Oleh karena itu, apapun yang berhubungan dengan yang dicintainya, akan memancarkan keindahan dan menimbulkan kebahagiaan. Pun demikian, jika menulis dilandasi dengan cinta, hasilnya akan memberikan kepuasaan batin dan kebahagiaan hati.

4.    Jadikan menulis sebagai amal ibadah
Bukan hanya kegiatan ritual keagamaan yang bernilai ibadah yang akan mendatangkan pahala bagi pelakunya. Kegiatan lain pun dapat bernilai amal ibadah, asalkan dilandasi dengan niat yang baik. Pahala yang didapatkan dari ibadah yang kita lakukan tersebut, dapat menjadi bekal untuk kebahagiaan di dunia dan akhirat. Pun demikian, menulis dapat menjadi amal ibadah bagi yang melakukannya, jika dilandasi dengan niat yang baik. Sebagaimana kegiatan lain yang bernilai ibadah, menulis pun dapat mendatangkan pahala bagi orang yang melakukannya. Dengan demikian, pada akhirnya kita akan mendapatkan salah satu manfaat dari menulis, yaitu pahala ibadah. Tentu saja hal ini dapat membahagiakan hati.

5.    Menulislah karena Allah
Betapa indahnya, jika kita melakukan segala sesuatu karena Allah (Lillah ta'ala) dan dengan penuh keikhlasan. Semua yang kita lakukan akan terasa ringan, tanpa beban. Ada tidaknya yang memperhatikan, kita tetap melakukannya. Ada tidaknya pujian, itu bukan jadi ukuran. Demikian halnya dalam menulis. Jika menulis ini dilandasi karena Allah, maka kita akan menulis tanpa beban. Kita akan tetap menulis meski pujian tidak didapatkan. Kita akan tetap menulis meski cemoohan setiap saat dirasakan.

Demikianlah lima hal yang dapat membuat kita merasakan manis dan indahnya menulis. Oleh karena itu, mari kita luruskan niat dan bersihkan hati agar semua yang kita tulis bermanfaat untuk kemajuan literasi. []

#CG @Karawang, 06-04-2019  


Thursday, April 4, 2019

8:52 PM

Seperti Halnya Iman, Kadar Gairah Menulis Pun Bisa Naik Bisa Turun


Ilustrasi (Sumber: https://hackernoon.com)

Seperti Halnya Iman, Kadar Gairah Menulis Pun Bisa Naik Bisa Turun
Oleh: Cecep Gaos, S.Pd


Iman merupakan hal yang sangat penting dan mendasar bagi kehidupan manusia. Terlebih bagi manusia yang beragama. Dengan iman, manusia akan mempunyai arah dan tujuan hidup yang jelas, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.

Perlu diketahui, bahwa di samping ilmu, iman dapat meninggikan harkat dan derajat seseorang. Hal ini sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt. dalam Alquran surat Al-Mujaadilah ayat 11 yang artinya “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Firman Allah Swt. tersebut menunjukkan bahwa jika kita ingin memiliki harkat dan derajat yang tinggi di dalam kehidupan, maka kita harus memiliki keimanan yang baik. Namun demikian, kadar keimanan ini dapat mengalami peningkatan dan penurunan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, yang berbunyi “Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.”

Di dalam dunia tulis-menulis, seperti halnya iman, gairah menulis seseorang pun dapat mengalami peningkatan dan penurunan (fluktuatif). Hal ini tentu saja dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya yang tepat untuk mempertahankan dan meningkatkan gairah menulis ini.

Tips untuk Mempertahankan dan Meningkatkan Gairah Menulis

Berdasarkan pengalaman penulis, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar gairah menulis dapat tetap terjaga. Berikut adalah tips yang dapat dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan gairah dalam menulis. Paling tidak ada empat hal yang harus dilakukan.

1.    Pahami dan yakini tentang manfaat menulis
Kegiatan menulis mempunyai beberapa manfaat, baik untuk diri sendiri (penulis) maupun orang lain (masyarakat umum). Manfaat bagi diri sendiri bisa dalam bentuk material maupun nonmaterial.

Manfaat bagi  diri sendiri dalam bentuk nonmaterial, paling tidak, yaitu dapat mendatangkan kepuasan batin dalam diri penulis. Selain itu, penulis dapat meninggalkan jejak literasi untuk generasi yang akan datang. Sebagaimana sebuah peribahasa Latin kuno yang berbunyi “Verba volant, scripta manent” yang berarti kata-kata lisan terbang, sementara tulisan menetap. Dengan kata lain, kata-kata lisan dapat dilupakan dengan mudah, tetapi tulisan akan tetap ada atau abadi. Adapun manfaat dalam bentuk material, tentu saja tulisan kita pada akhirnya dapat menghasilkan uang. Tetapi, tentu saja hal ini jangan dijadikan tujuan utama agar menulis tidak menjadi beban.

Sementara itu, manfaat tulisan bagi orang lain yaitu paling tidak tulisan kita dapat menjadi bahan referensi dan sumber bacaan serta khazanah ilmu pengetahuan.

Jika hal ini bisa kita pahami dan yakini dengan baik, maka motivasi dan semangat kita dalam menulis niscaya akan terus terjaga dan meningkat.

2.    Perbanyak membaca
Membaca, sebagai reseptive skill (keterampilan reseptif/menerima), merupakan dasar dan modal bagi meningkatnya productive skill (keterampilan produktif/menghasilkan) yang lain, dalam hal ini menulis. Apa yang kita tulis merupakan hasil internalisasi dan implementasi dari bacaan yang kita baca. Oleh karena itu, “The more we read, the more we write,” Lebih banyak kita membaca, maka akan lebih banyak pula kita menulis.

3.    Bergaul atau bergabung di komunitas literasi
Di dalam tembang (lagu) Tombo Ati yang diciptakan oleh Raden Maulana Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) disebutkan bahwa salah satu obat hati adalah berkumpul dengan orang-orang saleh. Selain itu, di dalam sebuah hadis Rasulullah Saw. yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim dijelaskan tentang peran dan dampak seorang teman. Hadis tersebut berbunyi “Permisalan teman yang baik dan buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi percikan (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”

Hal tersebut menunjukkan bahwa teman atau lingkungan (komunitas) mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap sikap dan perilaku seseorang.

Pun demikian dalam hal tulis-menulis. Bergaul atau bergabung di komunitas literasi dapat memengaruhi seseorang dalam menulis. Gagasan-gagasan atau tulisan-tulisan dari para anggota sebuah komunitas literasi sedikit banyak dapat memberikan motivasi dan inspirasi dalam menulis. Dengan demikian, kita akan senantiasa terpacu untuk menuangkan gagasan-gagasan kita dalam bentuk tulisan.

4.    Mengikuti kajian/pelatihan menulis
Terutama bagi penulis pemula, mengikuti kajian/pelatihan menulis sangat bermanfaat. Selain dapat meningkatkan kemampuan, juga dapat menumbuhkan dan meningkatkan gairah dalam menulis. Paparan, inspirasi, motivasi, dan praktik yang diberikan oleh narasumber serta interaksi dengan peserta lain dalam sebuah pelatihan menulis dapat menjadi pemantik dan/atau pendorong yang cukup efektif untuk menuangkan gagasan-gagasan kita dalam bentuk tulisan.

Demikian sekelumit gagasan dan pemikiran sederhana tentang bagaimana cara menumbuhkan dan meningkatkan gairah menulis yang begitu fluktuatif. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. []

#CG @Karawang, 05-04-2019




Referensi


Ading.wordpress.com. 2013. Berkumpullah dengan Orang Soleh.

Cahaya Islam. 2009. Naik Turunnya Iman.

Mianoki, Adika. 2012. Pengaruh Teman Bergaul.
https://muslim.or.id/8879-pengaruh-teman-bergaul.html Diakses 5 April 2019            

Wikipedia. Tanpa Tahun. Verba volant, cripta manent.

Tuesday, March 19, 2019

10:27 PM

“Instaliteracy”, Upaya untuk Menumbuhkan dan Meningkatkan Minat dan Daya Baca-Tulis Peserta Didik

Ilustrasi (Gambar diolah dari berbagai sumber menggunakan Paint)

“Instaliteracy”, Upaya untuk Menumbuhkan dan Meningkatkan Minat dan Daya Baca-Tulis Peserta Didik
Oleh: Cecep Gaos, S.Pd

Literasi merupakan sebuah kata yang sering diucapkan dan didengung-dengungkan belakangan ini. Literasi disinyalir sebagai salah satu penentu maju mundurnya sebuah bangsa dan negara. Bahkan di dalam ajaran Islam, literasi merupakan hal yang paling mendasar dan utama. Hal ini dapat dilihat dari ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., yaitu "Iqra!", yang artinya Bacalah! 

Menurut pandangan awam, literasi sering kali diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Menurut KBBI daring (dalam jaringan), literasi diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca; pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu; kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Namun demikian, seiring dengan perkembangan saat ini, literasi diartikan secara lebih luas daripada hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis.

Kemudian, jika kita berbicara tentang sejauh mana minat baca dan kemampuan literasi bangsa dan negara Indonesia dari tahun ke tahun, dapat kita temukan data yang sangat memprihatinkan. Misal saja, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) dan UNESCO (The United Nation of Education Social and Cultural) tahun 2012, minat baca bangsa Indonesia hanya 1:1.000. Ini artinya bahwa dari 1.000 penduduk Indonesia, hanya satu orang yang memiliki minat baca yang baik.

Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 yang berjudul “World’s Most Literate Nations Ranked” menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang diteliti, di bawah Thailand dan di atas Bostwana.
Berkaca dari data-data ini, SMP Puri Artha Karawang mencoba mengambil bagian kecil dalam upaya menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis.   

Untuk meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis ini, SMP Puri Artha melaksanakan pemilihan duta literasi melalui program “Instaliteracy”. “Instaliteracy” berasal dari gabungan dua kata, yaitu Insta yang berarti Instagram dan Literacy yang berarti literasi. Program ini adalah salah satu program literasi untuk meningkatkan kemampuan dan daya baca-tulis peserta didik dan guru melalui media Instagram. Program ini merupakan salah satu program literasi yang menggabungkan media konvensional dan/atau digital dengan media sosial. Di dalam program ini, peserta didik atau guru membaca buku-buku berjenis fiksi, baik melalui buku fisik maupun buku digital, kemudian membuat review isi buku tersebut.
SC dari akun Instagram SMP Puri Artha (Dok. Pribadi)
Adapun alasan pemilihan media sosial Instagram sebagai media penumbuhan dan peningkatan literasi ini adalah bahwa para digital native atau kaum milenial -dalam hal ini peserta didik- saat ini sangat dekat dan familiar dengan berbagai media sosial, terutama Instagram.   

Program “Instaliteracy” ini sekaligus sebagai wahana untuk mencari dan memilih calon-calon duta literasi SMP Puri Artha. Program ini memiliki beberapa ketentuan atau persyaratan yang harus dipenuhi. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut.
Peserta program “Instaliteracy” (guru dan/atau peserta didik) mengunggah hasil review bukunya di Instagram yang mencakup identitas buku (judul, penulis, penerbit), sinopsis singkat, dan penilaian (kelebihan dan kekurangan) atau hikmah yang didapat. Kemudian, menyertakan foto unik sampul buku yang dibaca dan tag ke @smppuriartha. Selain itu, mencantumkan tagar #puriarthaberliterasi dan #aksicintabaca.
Salah satu contoh hasil review pesdik SMP Puri Artha melalui program "Instaliteracy" (Dok. Pribadi)
Dengan adanya program “Instaliteracy” ini diharapkan kecintaan terhadap kegiatan membaca dan menulis akan tumbuh pada diri setiap warga sekolah yang pada akhirnya akan menjadi budaya yang tentunya  akan mewarnai kehidupan sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, ketertinggalan bangsa dan negara kita dalam hal literasi baca-tulis pada akhirnya akan benar-benar dapat segera teratasi. []

#CG @Karawang, 20-03-2019


Referensi

KKBI Daring. Literasi.
Legaleraindonesia.com. 2017. Masyarakat Indonesia: Malas Baca Tapi Cerewet di Medsos.

Republika.co.id. 2016. Minat Baca yang Rendah. 

Webcapp.ccsu.edu. 2016. World’s Most Literate Nations Ranked.

Monday, March 11, 2019

7:08 PM

SMP Puri Artha Meroket Lagi

Dok. Pribadi
SMP Puri Artha Meroket Lagi
Oleh: Cecep Gaos, S.Pd


Setelah pada hari Senin yang lalu (04/03/2019) mengadakan ujicoba peluncuran roket air, pada hari Jumat (08/03/2019) anak-anak SMP Puri Artha Karawang kelas VII melakukan peluncuran roket air lagi. Mereka didampingi oleh wali kelas dan beberapa orang guru. Kali itu bentuk roket-roket yang diluncurkan terlihat lebih sempurna. Setiap roket telah dilengkapi dengan sayap dan parasut. Selain itu, agar roket bisa meluncur lebih kencang, "bahan bakar"nya dicampur dengan air bersoda. Kemudian, "launcher" (pelontar) yang digunakan tampak lebih kokoh


Sebelum peluncuran roket air ini dilakukan, anak-anak kelas VII mempersiapkan segala halnya agar peluncurannya berjalan dengan lancar dan sukses. 
Dok. Pribadi
Dalam kegiatan ini, para penonton terlihat begitu antusias menyaksikan peluncuran roket-roket ini. Seperti apa keseruan peluncuran roket ini? Silakan tonton salah satu video berikut.

Demikianlah sekilas kegiatan peluncuran roket air yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 8 Maret oleh anak-anak kelas VII SMP Puri Artha Karawang. []

#CG @Karawang, 12-03-2019