Halaman

HASIL REVIEW KONTEN RUMAH BELAJAR (RUMAHBELAJAR.ID) MENGGUNAKAN STT (SPEECH TO TEXT)


Sumber: rumahbelajar.id 
HASIL REVIEW KONTEN RUMAH BELAJAR (RUMAHBELAJAR.ID) MENGGUNAKAN STT (SPEECH TO TEXT)
Oleh: Cecep Gaos, S.Pd
SMP Puri Artha Karawang

Konten Pertama
Seri Manual GLS Menulis untuk Kesenangan
Dok. Pribadi

Baik kita mulai review, dari konten yang sudah saya pilih tadi. Ini saya buka. Yang akan saya review adalah sebuah buku yang berjudul “Seri Manual GLS Menulis untuk Kesenangan”. Buku ini ditulis oleh Sofi Dewayani dan diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018, tepatnya Oktober tahun 2018. Pada halaman berikutnya terdapat kata pengantar yang disampaikan oleh Dirjen Dikdasmen yaitu Pak Hamid Muhammad, Ph.D. Kemudian ada daftar isi. Di daftar isi ini, kita bisa lihat isi dari buku ini. Yang pertama, yaitu tentang mengapa menulis penting bagi siswa. Yang kedua agar menulis menyenangkan di ruang kelas. Yang ketiga menulis berdasarkan genre. Dan yang keempat proses menulis.
Kemudian kita beralih ke halaman berikutnya. Di sini ada kalimat pertama yang disampaikan oleh Pak Hernowo, seorang penulis. Disebutkan di sini penulis yang baik karena ia menjadi pembaca yang baik. Nah ini bisa menjadi sebuah motivasi ketika kita ingin menjadikan aktivitas menulis sebagai sebuah kesenangan. Dan tentu saja nanti harapannya, hasil tulisan kita baik begitu. Maka disini diberikan tips kalau kita ingin menulis dengan baik maka harus menjadi pembaca yang baik.

Kemudian di sini disampaikan tentang isi pertama dari buku ini, yaitu tentang mengapa sih menulis itu penting bagi siswa. Di sini disebutkan beberapa alasan mengapa menulis penting bagi siswa. Misalnya di sini disebutkan menulis itu dapat meningkatkan kecakapan berpikir tingkat tinggi atau HOTS. Terus menulis dapat memperdalam pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Yang ketiga kegiatan menulis dapat mendorong siswa untuk bekerja sama dengan teman. Kemudian menulis dapat membiasakan siswa berpikir kritis, analitis dan juga reflektif. Dan yang terakhir, menulis dapat meningkatkan pengetahuan siswa. Nah, itu alasan mengapa menulis penting bagi siswa.

Kemudian, bagaimana agar menulis ini dapat menyenangkan di ruang kelas. Di sini juga dipaparkan apa saja yang harus disiapkan agar kegiatan menulis ini menyenangkan di ruang kelas. Setelah itu, di sini juga ada pemaparan tentang menulis berdasarkan genre. Di sini disebutkan, genre yang pertama adalah menulis Teks Naratif. Di sini ada beberapa keterangan tentang teks naratif ini. Disebutkan di sini bahwa teks naratif menceritakan pengalaman fiksi pada konteks ruang dan waktu tertentu. Kemudian, teks naratif juga memiliki alur cerita yang mengembangkan imajinasi pembacanya. Dan yang ketiga, keindahan teks naratif itu terletak pada kekuatan cerita, tokoh, dan juga pilihan kata atau diksi. Kemudian, kegiatan menulis teks naratif ini juga mengandung kata-kata yang lebih baik, terus ada rangkaian kalimat, terus juga diceritakan dengan cara kolaboratif dan juga adanya penciptaan tokoh cerita. 

Kemudian yang kedua yaitu menulis teks cerita ulang atau Recount. Di sini dijelaskan bahwa teks cerita ulang adalah penjelasan kronologis dari interpretasi tentang peristiwa yang pernah terjadi yang meliputi peristiwa personal penulis, kejadian tertentu, dan juga bisa jadi, bisa saja kejadian imajiner. Itu genre yang kedua yaitu teks cerita ulang atau Recount. Di sini juga dijelaskan tentang kegiatan menulis teks cerita ulang yang merujuk pada, ada semacam istilah atau ada semacam trik atau tips ya jika ingin membuat Rekon. Kita mengacu pada yang disingkat dengan Adik Simba, yaitu A Apa, terus Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa dan juga Bagaimana. Nahm kelima pertanyaan ini bisa menjadi acuan kita ketika kita ingin membuat tulisan yang berbentuk Rekon. Atau dalam bahasa Inggris biasa kita kenal dengan istilah WH Question. 

Kemudian yang ketiga, di sini, di buku ini dijelaskan tentang menulis Teks Prosedur. Ini genre tulisan yang ketiga yaitu Teks Prosedur. Di sini juga disampaikan tentang apa langkah-langkah tentang pembuatan teks prosedur. Dan yang keempat yaitu menulis Teks Laporan. Teks Laporan ini menjelaskan sebuah benda, bisa peristiwa atau fenomena yang terjadi. Di sini juga ada kegiatan menulis teks laporan. Beberapa di antaranya itu Show and Tell, perlihatkan kemudian ceritakan. Terus juga ada siswa diminta menuliskan deskripsi benda tertentu. Kemudian selanjutnya, misalkan siswa diminta menjelaskan alasan mengapa mereka menyukai temannya, atau benda yang dipilih. 

Terus yang selanjutnya menulis Teks Persuasi. Di sini juga disampaikan tentang kegiatan menulis Teks Persuasi. Apa itu Teks Persuasi? Di sini juga disampaikan bahwa Teks Persuasi ini bertujuan untuk menyampaikan opini atau argumen penulis. Di sini ada beberapa kegiatan menulis Teks Persuasi.

Nah itu beberapa genre dari tulisan yang dapat kita ajarkan kepada murid-murid. Kemudian di sini, di buku ini juga disebutkan tentang proses menulis. Jika kita ingin menulis, ini ada beberapa langkah yang disampaikan di dalam buku ini. Yang pertama misalkan di sini disebutkan menggali ide dan mengelompokkannya. Curah ide, curah gagasan, atau lebih kerennya disebut brainstorming. Kita cari dulu gagasan utamanya, apa yang akan kita tulis. Setelah itu, kita kelompokkan gagasan-gagasan tersebut. Nah itu proses menulis bagian pertama, yaitu dengan cara menggali ide kemudian mengelompokkannya. Setelah itu, kita coba buatkan draft dari gagasan atau ide-ide yang sudah kita tentukan. Kemudian draft tersebut kita kembangkan menjadi sebuah tulisan. Setelah tulisannya jadi, kita coba revisi kembali atau evaluasi tulisan yang sudah kita buat. Ya kita cek kata-kata yang digunakan dalam tulisan tersebut, misalkan dari sisi diksinya, pemilihan katanya, terus dilihat dari baku tidaknya, dan lain sebagainya.

Nah itu barangkali review yang bisa saya lakukan terhadap salah satu konten dari portal Rumah Belajar yang beralamat di rumahbelajar.id ini yang berjudul “Menulis untuk Kesenangan”.

Baik, barangkali itu saja yang dapat saya review-kan, salah satu konten dari Rumah Belajar ini. Mudah-mudahan bermanfaat. Apa yang tadi saya sampaikan mudah-mudahan menjadi, ya paling tidak gambaran bagaimana ketika kita sebagai guru ingin mengajarkan anak-anak menulis di dalam kelas. Sehingga kegiatan menulis ini bisa menyenangkan mereka.

Baik, itu saja. Terima kasih atas segala perhatiannya. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

*Proses pembuatan review konten pertama dapat dilihat pada VIDEO INI.



Konten Kedua 
Seri Pendidikan Orang Tua Melek Media
Dok. Pribadi

 Baik, kita akan coba memulai mereview buku yang sudah saya pilih tadi. Kita buka saja. Di sini, sekali lagi judulnya adalah “Seri Pendidikan Orang Tua Melek Media.


Kita coba halaman berikutnya. Buku Seri Pendidikan Orang Tua Melek Media ini diterbitkan, diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan keluarga Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat atau Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2017. “Seri Pendidikan Orang Tua Melek Media ini ditulis oleh, nah ini ada beberapa orang yang menjadi kontributor naskahnya. Ada Adiyati Fathu Roshonah, Fitriani FS, Gita Kartabrata, Maswita Djaja, Sumarti, dan Tin Herawati. Ini adalah para kontributor yang menyusun buku Seri Pendidikan Orang Tua Melek Media ini.

Kemudian halaman berikutnya di sini ada kata pengantar. Yah, terus juga ini ada pesan untuk ayah dan bunda. Disebutkan bahwa buku ini dapat membantu ayah dan bunda dalam mengenal dan mengajarkan anak agar melek media.

Di halaman berikutnya ada daftar isi. Nah di sini ada beberapa poin yang dibahas. Yang pertama, kita buka langsung saja, tentang pengertian melek media. Apa itu melek media, di sini dijelaskan. Kemudian ada pembahasan, mengapa anak itu perlu melek media. Di sini juga dijelaskan ada 4 poin ya, alasan mengapa anak perlu melek media. Nah, sudah saya sebutkan, alasannya pertama, anak mengenali dan membedakan informasi yang baik dan buruk. Terus yang kedua, anak dapat memilih dan memilah informasi yang benar. Terus yang ketiga, anak tidak mudah terpengaruh hal-hal buruk yang dapat merusak diri. Dan yang keempat, anak tidak mudah terpengaruh hal-hal buruk yang merusak dirinya.

Kemudian di sini juga dipaparkan tentang macam-macam media. Di sini ada media cetak, media elektronik, media digital. Kemudian pada halaman-halaman berikutnya, dibahas lagi tentang mengapa sih anak itu perlu melek media. Di sini dipaparkan juga alasan-alasannya. Nah kemudian, digambarkan lagi tentang apa sih pengaruhnya media ini bagi anak. Di sini sebetulnya ada, apa, ada sisi positif ada juga sisi negatif dari media.  

Nah kemudian, pengaruhnya bagi anak seperti apa, terutama media sosial, yang sekarang sedang merebak itu. Di sini juga disampaikan bahwa media sosial itu mempunyai dampak, dampak baik dan buruk, dampak positif dan dan negatif. Nah, ini tentu saja menjadi alasan mengapa orang tua perlu mendampingi anak supaya melek media. Di sini disebutkan, mengapa sih orang tua itu perlu atau penting mendampingi anak. Selanjutnya juga disampaikan bagaimana cara mendampingi anak melek media.

Selain media elektronik dan digital, di sini juga yang menarik, disampaikan juga pemaparan tentang bagaimana cara mendampingi anak menggunakan media cetak. Meskipun, kita ketahui bahwa saat ini media cetak ini sudah jarang kita gunakan ya, jarang kita lihat gitu. Saat ini lebih, apa, lebih familiar dengan media-media digital, media online seperti itu. Tetapi, ini bagus ya, ada apa, ada pemaparan tentang bagaimana cara kita mendampingi anak menggunakan media cetak. Nah di sini ada beberapa poin yang disampaikan. Yang pertama orang tua menjadi contoh orang yang mencintai buku. Jadi dari orang tua dulu harus memberikan contoh agar anak bisa mencintai bacaan. Kemudian pilih media cetak yang sesuai dengan usianya.  Dengan usia dan perkembangan anak. Selanjutnya yang ketiga, sediakan pojok-pojok baca di rumah, agar nanti terbangun kebiasaan membaca pada diri anak. Yang terakhir, sekali-kali ajak anak ke perpustakaan misalkan, taman baca, pameran buku, toko buku dan lain sebagainya. Nah itu cara atau tips orang tua dalam mendampingi anak dalam hal media cetak.

Kemudian selain media cetak, juga di sini disampaikan tentang bagaimana cara mendampingi anak menggunakan media elektronik dan digital. Misalkan dalam media elektronik, TV, di sini ada beberapa petunjuk atau ada beberapa tips ya, bagaimana cara mendampingi anak-anak ketika menonton televisi. Untuk tontonan televisi ini, KPI, atau Komisi Penyiaran Indonesia telah membuat, apa ya, pengelompokan tayangan acara televisi dengan menggunakan kode-kode. Di sini ada seperti kode SU Untuk Semua Umur, 2 tahunan. Terus ada kode P, Pra, antara 2 sampai 6 tahun. Terus ada kode A, Anak, 7 sampai 12 tahun. Ada R, Remaja, 13 sampai  17 tahun. Ada D, Dewasa, 18 tahun ke atas. BO, Bimbingan Orang tua. Terus ada kode R-BO, Remaja Bimbingan Orang tua. Ini pengelompokan terhadap tayangan acara televisi terhadap anak, yang dikeluarkan oleh KPI. Di sini ada keterangannya, kode-kode tersebut sudah saya sampaikan tadi.

Kemudian, selanjutnya ada tips yang diberikan oleh para penyusun buku ini, dalam hal bicara kepada anak tentang isi media. Ini juga menarik, supaya kita bisa memberikan, apa, masukan-masukan arahan-arahan kepada anak kita. Ketika, apa, anak sudah mulai mengenal media. Di sini ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Kemudian, ada juga tips, yang harus dihindari anak dalam menggunakan internet. Ini sangat penting, karena seperti kita ketahui internet saat ini sudah merebak ke berbagai lapisan masyarakat, dari kecil hingga dewasa, dari anak-anak hingga dewasa, sehingga  anak-anak yang baru, apa, berkembang memang perlu diberi arahan, diberi pemahaman tentang internet ini, baik dalam hal positif maupun negatifnya. Di sini ada tips-tipsnya, ketika anak berinternet, memberikan penjelasan. Misalkan di sini disampaikan ketika anak tidak sengaja mengakses situs yang tidak pantas, mintalah anak kita tersebut untuk segera menutup tontonan atau gambar tersebut. Kemudian, jika anak dikirimi pesan, misalkan pesan yang mengandung pornografi, atau hal-hal yang tidak pantas lainnya, beri pengertian pada anak kita tersebut, untuk tidak terbujuk membalas atau menyebarkan kembali pesan yang diterimanya. Kemudian, hindari menemui seseorang yang belum dikenal tanpa membicarakannya kepada ibu, ayah, atau guru dan orang dewasa lainnya, yang dipercaya.

Nah, itu adalah isi dari buku “Seri Pendidikan Orang Tua Melek Media”. Saya pikir buku ini sangat bermanfaat, sangat bagus, ya, apalagi di era digital ini, di era di mana informasi dan telekomunikasi begitu sudah tanpa batas. Ya dan tentu saja pasti ada sisi positif dan negatif atau dampak baik dan buruk yang akan di, apa, yang dapat diakibatkan dari berkembangnya media saat ini. Sekali lagi, buku ini sangat bagus dan sangat bermanfaat bagi kita, terutama orang tua yang memiliki anak yang sedang berkembang menuju remaja atau dewasa.

Barangkali itu review tentang salah satu konten dari rumahbelajar.id dengan kategori literasi yang berjudul “Seri Pendidikan Orang Tua Melek Media”.

Terima kasih. Semoga bermanfaat. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*Proses pembuatan review konten kedua dapat dilihat pada VIDEO INI

0 Response to "HASIL REVIEW KONTEN RUMAH BELAJAR (RUMAHBELAJAR.ID) MENGGUNAKAN STT (SPEECH TO TEXT)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel