Halaman

“Instaliteracy”, Upaya untuk Menumbuhkan dan Meningkatkan Minat dan Daya Baca-Tulis Peserta Didik

Ilustrasi (Gambar diolah dari berbagai sumber menggunakan Paint)

“Instaliteracy”, Upaya untuk Menumbuhkan dan Meningkatkan Minat dan Daya Baca-Tulis Peserta Didik
Oleh: Cecep Gaos, S.Pd

Literasi merupakan sebuah kata yang sering diucapkan dan didengung-dengungkan belakangan ini. Literasi disinyalir sebagai salah satu penentu maju mundurnya sebuah bangsa dan negara. Bahkan di dalam ajaran Islam, literasi merupakan hal yang paling mendasar dan utama. Hal ini dapat dilihat dari ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., yaitu "Iqra!", yang artinya Bacalah! 

Menurut pandangan awam, literasi sering kali diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Menurut KBBI daring (dalam jaringan), literasi diartikan sebagai kemampuan menulis dan membaca; pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu; kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Namun demikian, seiring dengan perkembangan saat ini, literasi diartikan secara lebih luas daripada hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis.

Kemudian, jika kita berbicara tentang sejauh mana minat baca dan kemampuan literasi bangsa dan negara Indonesia dari tahun ke tahun, dapat kita temukan data yang sangat memprihatinkan. Misal saja, berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) dan UNESCO (The United Nation of Education Social and Cultural) tahun 2012, minat baca bangsa Indonesia hanya 1:1.000. Ini artinya bahwa dari 1.000 penduduk Indonesia, hanya satu orang yang memiliki minat baca yang baik.

Sementara itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016 yang berjudul “World’s Most Literate Nations Ranked” menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang diteliti, di bawah Thailand dan di atas Bostwana.
Berkaca dari data-data ini, SMP Puri Artha Karawang mencoba mengambil bagian kecil dalam upaya menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis.   

Untuk meningkatkan kemampuan literasi baca-tulis ini, SMP Puri Artha melaksanakan pemilihan duta literasi melalui program “Instaliteracy”. “Instaliteracy” berasal dari gabungan dua kata, yaitu Insta yang berarti Instagram dan Literacy yang berarti literasi. Program ini adalah salah satu program literasi untuk meningkatkan kemampuan dan daya baca-tulis peserta didik dan guru melalui media Instagram. Program ini merupakan salah satu program literasi yang menggabungkan media konvensional dan/atau digital dengan media sosial. Di dalam program ini, peserta didik atau guru membaca buku-buku berjenis fiksi, baik melalui buku fisik maupun buku digital, kemudian membuat review isi buku tersebut.
SC dari akun Instagram SMP Puri Artha (Dok. Pribadi)
Adapun alasan pemilihan media sosial Instagram sebagai media penumbuhan dan peningkatan literasi ini adalah bahwa para digital native atau kaum milenial -dalam hal ini peserta didik- saat ini sangat dekat dan familiar dengan berbagai media sosial, terutama Instagram.   

Program “Instaliteracy” ini sekaligus sebagai wahana untuk mencari dan memilih calon-calon duta literasi SMP Puri Artha. Program ini memiliki beberapa ketentuan atau persyaratan yang harus dipenuhi. Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut.
Peserta program “Instaliteracy” (guru dan/atau peserta didik) mengunggah hasil review bukunya di Instagram yang mencakup identitas buku (judul, penulis, penerbit), sinopsis singkat, dan penilaian (kelebihan dan kekurangan) atau hikmah yang didapat. Kemudian, menyertakan foto unik sampul buku yang dibaca dan tag ke @smppuriartha. Selain itu, mencantumkan tagar #puriarthaberliterasi dan #aksicintabaca.
Salah satu contoh hasil review pesdik SMP Puri Artha melalui program "Instaliteracy" (Dok. Pribadi)
Dengan adanya program “Instaliteracy” ini diharapkan kecintaan terhadap kegiatan membaca dan menulis akan tumbuh pada diri setiap warga sekolah yang pada akhirnya akan menjadi budaya yang tentunya  akan mewarnai kehidupan sekolah dan masyarakat. Dengan demikian, ketertinggalan bangsa dan negara kita dalam hal literasi baca-tulis pada akhirnya akan benar-benar dapat segera teratasi. []

#CG @Karawang, 20-03-2019


Referensi

KKBI Daring. Literasi.
Legaleraindonesia.com. 2017. Masyarakat Indonesia: Malas Baca Tapi Cerewet di Medsos.

Republika.co.id. 2016. Minat Baca yang Rendah. 

Webcapp.ccsu.edu. 2016. World’s Most Literate Nations Ranked.

1 Response to "“Instaliteracy”, Upaya untuk Menumbuhkan dan Meningkatkan Minat dan Daya Baca-Tulis Peserta Didik"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel