Halaman

Agar Selamat Dunia dan Akhirat, Bekali Generasi Milenial dengan Nasihat Luqman yang Fenomenal!

Ilustrasi (Sumber: geotimes.co.id)


Agar Selamat Dunia dan Akhirat, Bekali Generasi Milenial dengan Nasihat Luqman yang Fenomenal!
Oleh: Cecep Gaos, S.Pd

Generasi milenial atau Generasi Y merupakan generasi yang sejak awal kehidupannya telah terpapar oleh perkembangan dan kemajuan alat komunikasi, media dan teknologi digital, terutama internet. Telah kita maklumi bersama bahwa perkembangan dan kemajuan -dalam hal apapun- bagai dua sisi mata uang: memiliki dampak positif pada satu sisi dan dampak negatif pada sisi yang lain.

Agar para milenial tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang disebabkan oleh kemajuan komunikasi dan teknologi digital, para orang tua dan/atau pendidik harus senantiasa membekali mereka dengan senjata rohani. Senjata rohani yang dapat digunakan adalah nasihat Luqman. Nasihat Luqman adalah nasihat yang disampaikan oleh Luqman al-Hakim kepada anaknya. Luqman al_hakim adalah salah seorang yang disebut dan dijadikan namanya sebagai nama surat di dalam Alquran, yaitu surat Luqman. Ia terkenal dengan nasihat-nasihatnya yang bijaksana dan penuh hikmah kepada anaknya.

Menurut Ibnu Katsir, nama panjang Luqman adalah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun. Sementara itu, Ibnu Abbas menyatakan bahwa Luqman adalah seorang tukang kayu dari Habsyi. Pendapat lain menyatakan bahwa Luqman adalah seorang hakim pada zaman Nabi Daud (Wikipedia).

Ada beberapa nasihat yang disampaikan Luqman kepada anaknya yang tercantum di dalam Alquran surat Luqman. Namun, pada tulisan ini penulis hanya akan menguraikan tiga nasihat yang paling penting dan mendasar. Ketiga nasihat itu adalah (1) Tidak menyekutukan Allah Swt; (2) Berbakti kepada orang tua; dan (3) Mendirikan salat. Penulis yakini, ketiga nasihat ini dapat menjadi bekal dasar untuk para milenial agar tidak terjerumus ke dalam lembah kehidupan abad 21 yang penuh dengan tantangan.

Nasihat pertama, agar tidak menyekutukan Allah Swt, tercantum pada ayat 13  surat Luqman yang artinyaDan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Pada ayat tersebut, Luqman berpesan kepada anaknya agar hanya beribadah kepada Allah Swt dan tidak menyekutukannya. Dengan demikian, jika para milenial sudah mampu meyakini dan menjadikan Allah Swt sebagai satu-satunya tuhan yang patut disembah, maka hidup mereka akan terarah dan penuh makna.

Nasihat kedua, agar berbakti kepada kedua orang tua, tercantum pada ayat 14 yang artinya Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu” (QS. Lukman: 14).

Jika kita perhatikan fenomena saat ini, tidak sedikit para milenial yang semakin berkurang rasa hormatnya terhadap orang tua mereka. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh pengaruh-pengaruh negatif yang mereka terima dari internet dan/atau game yang kurang mendidik. Dengan pengaruh-pengaruh negatif ini, mereka terkadang mengeluarkan ucapan dan menunjukkan sikap yang kurang baik kepada orangtuanya. Padahal perlu diketahui bahwa keridaan Allah Swt terletak pada rida orang tua, pun sebaliknya murka Allah terletak pada murka orang tua. Sebagaimana hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yang berbunyi “ridallah fi ridal walidain, wasukhtullah fi sukhtil walidain.”

Nasihat ketiga, agar senantiasa mendirikan salat, tercantum pada ayat 17 surat Luqman yang artinya Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. Lukman: 17).

Perlu kita ketahui bahwa salat adalah tiangnya agama. Jika kita mendirikan salat berarti kita telah menegakkan agama, pun sebaliknya jika kita meninggalkannya berarti kita telah merobohkan agama. Sebagai mana sabda Rasulullah Saw yang berbunyi “Ashshalatu ‘imaduddin, man aqamaha faqad aqamaddin, waman hadamaha faqad hadamaddin.” Selain itu, salat dapat mencegah seseorang untuk melakukan perbuatan keji dan munkar. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Al-Ankabut ayat 45 yang berbunyi “Innassalata tanha ‘anil fahsyai wal munkar.”



Oleh karena itu, pentingnya salat ini perlu ditanamkan sejak dini pada diri generasi milenial agar mereka mampu mengendalikan dirinya untuk tidak melakukan perbuatan yang tidak baik.  
  
Demikianlah tiga dari beberapa nasihat Luqman yang tercantum di dalam Alquran surat Luqman yang harus diketahui dan dilaksanakan oleh para milenial. Semoga dengan memahami dan melaksanakan nasihat-nasihat ini, mereka dapat menjaga dirinya dari pengaruh-pengaruh negatif yang disebabkan oleh perkembangan dan kemajuan komunikasi dan teknologi abad ini. Sehingga pada akhirnya mereka dapat selamat, baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam. []

#CG @Karawang, 17-05-2019



Referensi

Arrahman.id. 2016. 6 Nasihat Bijaksana Luqman Al-Hakim untuk Anaknya.

Darunnajah.com. 2017. Hadits Tentang Keridhoan Orang Tua Serta Kedudukannya.

Lintasgayo.co. 2017. Shalat itu Tiang Agama.

Pesantrenmaqi.net. 2017. Shalat Mencegah dari Perbuatan Keji dan Munkar.

Wikipedia. 2019. Luqman al-Hakim.

Wikipedia. 2018. Milenial.

5 Responses to "Agar Selamat Dunia dan Akhirat, Bekali Generasi Milenial dengan Nasihat Luqman yang Fenomenal!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel